Selasa, 01 Januari 2013

Kampus part 1





Hari ini adalah hari pertamaku kuliah di salah satu perguruan tinggi negri di Jakarta, melangkah pergi dari kosan menuju kampus tak terbesit dipikiranku apa yang kan ku lakukan nanti??? Melewati gerbang kampus, jantungku berdetak kencang tak mengerti apa yang ku rasakan senang atau sedih, bahagia atau gelisah semua yang ada dipikiranku bercampur aduk tak tahu harus bagai mana. Berjan dan terus berjalan menuju ruangan yang telah di tentukan sebagai tempet belajarku di kampus ini.
Entatah mengapa ketika ku masuk ruangan, semua pandangan mata menatap kepadaku serasa ingin memakan ku saja, entah mengapa pendangan semua orang seperti ingin memekan ku. Ku kuatkan hati dan terus maju kedepan melangkah perlahan tapi pasti. Ku coba memandang ruangn itu dan mencari-cari adakah tempat yang kosong yang kelak bisa ku tempati. Berjalan perlahan ku menuju sudut ruangan itu dan menemukan bangku yang kosong tuk ku duduki.
Seakan tidak ada keraman di dalamnya ku sendiri terbesi dan termenung entah apa yang harus ku lakukan. Memandang temen-teman baruku dari belakang ku meresa mereka sudah akrab satu sama lainya dan terbesit dipikiranku bahwa mereka dahulunya satu sekolah dan bersama-sama masuk perguruan tinggi negri ini. Sedangkan aku hanya sendiri dari tempatku belajar dahulu melah kebenyakan temanku tidak lanjuk meneruskan studynya.
Tak terasa pelajaran pertama ku di perguruan tinggi dimulai dan berakhir dengan  cepat, ku ingin sekali mencoba menegor salah satu temanku yang kurasa cukup asik namun, ku tak sanggup tuk mengatakannya, malah ku hanya berjalan keluar meninggalkan ruangan itu. Berjalan menuruni anak tangga ku sendirian menuju kantin yang ada di lantai dasar fakultas ku.
Duduk sendiri di halaman kanti fakultas sambil meninum secangkir kopi ditemani sebatang rokok sambil memikirkan cara tuk berkomunikasi dengan teman-teman baru. Cukup lama ku berfikir dan termenung tak sadar bahwa ada yang memanggilku dari belakang, wajahnya cukup familiyar di benakku dia adalah salah satu teman fakultasku yang baru.
Kami bercanda gurau satu sama lain tak terasa dia sudah menjadi teman ku dalam mengobrol dialah Sigit asal Pati. Dia sama seperti ku dengan setatus yang sama namun berbeda, sigi orang yang selalu happy dan tak pernah sekali pun ku melihatnya bersedih walaupun penampilanya aga norak, namun menurutku inilah yang disebut naturan, bukan seperti anak-anak kampong yang dari desa ke kota lalu berpenampilan ala anak gedongan.
Tak perlu lama, hari demi hari berganti minggu demi minggu ku lewati bulan demi bulan ku lalui, aku mulai akrab dengan teman-teman satu rruangan tempatku belajar. Tak terasa pula kami sudah membagi susah maupun senang bersama. Ternyata tak seperti perkiranku selama ini bahwa kita dapat akrab satu sama lain dengna orang yang berbeda yang mungkin bisa dibilang berbeda suku dan budaya. Namun kita tetap bersahabat karane mimiliki satu tujuan yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar